Info Seputar Bambu

Berdasarkan pertumbuhannya, bambu dapat dibedakan dalam dua kelompok besar, yaitu bambu simpodial dan bambu monopodial.

Bambu simpodial tumbuh dalam bentuk rumpun, setiap rhizome hanya akan menghasilkan satu batang bambu, bambu muda tumbuh mengelilingi bambu yang tua. Bambu simpodial tumbuh di daerah tropis dan subtropis, sehingga hanya jenis ini saja yang dapat dijumpai di indonesia. Bambu monopodial berkembang dengan rhizome yang menerobos ke berbagai arah di bawah tanah dan muncul ke permukaan tanah sebagai tegakan bambu yang individual.

Jenis – Jenis Bambu:

dari kiri ke kanan : Phyllostachys aurea, Tetragonoclamus angulatus, Phyllostachys nigra f. punctuata,
Phyllostaches bamb. violascens, Phyllostachys nigra f. ‘Boryana’,Phyllostachys viridis
‘Sulphurea’, Phyllostachys bambusoides. (Illustration Photo by Wetterwald M.F. )

Nama Bambu di Berbagai Daerah:

Beberapa Keunggulan Tanaman Bambu:

1. Mudah ditanam, tidak memerlukan pemeliharaan khusus

untuk melakukan budidaya bambu, tidak diperlukan investasi yang besar. Setelah tanaman sudah mantap, hasilnya dapat diperoleh secara menerus tanpa menanam lagi. Budidaya bambu dapat dilakukan sembarang orang, dengan peralatan sederhana dan tidak memerlukan bekal pengetahuan yang tinggi.

2. Pertumbuhan cepat

pada masa pertumbuhan, bambu tertentu dapat tumbuh vertikal 5 cm per jam, atau 120 cm per hari. Bambu dapat dimanfaatkan dalam banyak hal. Berbeda dengan pohon kayu hutan yang baru siap ditebang dengan kualitas baik setelah berumur 40-50 tahun, maka bambu dengan kualitas baik dapat diperoleh pada umur 3-5 tahun.

3. Ketahanan yang luar biasa

Rumpun bambu yang telah dibakar, masih dapat tumbuh lagi. Bahkan pada saat Hiroshima dijatuhi bom atom sampai rata dengan tanah, bambu adalah satu-satunya jenis tanaman yang masih dapat bertahan hidup.

4. Momen kelembamannya tinggi

Bambu berbentuk pipa sehingga momen kelembamannya tinggi, oleh karena itu bambu cukup baik untuk memikul momen lentur. Ditambah dengan sifat bambu yang elastis, struktur bambu mempunyai ketahanan yang tinggi, baik terhadap angin maupun gempa.

Momen kelembaman alias momen inersia merupakan ukuran “kemalasan” suatu benda untuk mempertahankan posisi “rotasi”nya. Berarti makin besar nilai momen kelembamannya, makin “malas” si benda untuk berotasi terhadap porosnya. Jadi jika benda ini mendapat guncangan, dia akan berusaha untuk mempertahankan posisinya semula.

Maka pantas saja jika bambu dinilai sebagai bahan baku bangunan tahan gempa. Selain momen inersia-nya yang besar, ditunjang dengan nilai ke-elastis-annya yang tinggi.

Bisa juga dijadikan ide untuk membuat model “bambu sintesis”, aplikasinya pada rangka bangunan silinder yang memiki rongga di dalamnya.

Manfaat Budidaya Bambu:

1. Kerajinan tangan dan bahan bangunan

Dahulu bambu lebih sering disebut sebagai kayunya orang miskin, tapi sekarang pengolahan bambu telah menghasilkan karya yang diminati semua kalangan.

Penjor di Bali

Beberapa anak yang kreatif bisa mengolah bambu menjadi bahan mainan, seperti rangka layang-layang. Atau bahkan meriam bambu, seperti di bawah ini.

Bahkan ada juga I-Phone yang chasing-nya dari bambu. Cekidot ..!!

Kemudian ada mahasiswa yang menjadikan bambu sebagai bahan pembuat rangka TV dan radio untuk tugas akhirnya.

Ada juga yang kreatif membuat serat fiber dari bambu untuk dijadikan bahan kain (kain dari bambu). Dan sudah ada yang sukses memproduksinya menjadi bahan sandang.

Salah satu bahan bangunan alternatif pengganti kayu yang mudah diperoleh dan dibudidayakan adalah bambu. Contohnya adalah pembuatan jembatan dari bambu, yang umumnya masa pakainya lebih lama dan lebih tahan daripada jembatan dari kayu.

Pemakaian bambu pada bahan bangunan terkendala bentuk apabila hendak diaplikasikan sebagai balok, kolom, atau papan sebagaimana kayu. Kendala tersebut dapat diatasi setelah bambu mengalami proses laminasi.

Baru-baru ini bahkan sudah ada rumah lipat yang dibuat dari bambu dan dibanderol seharga 25 juta untuk setiap unit nya. Baca berita selengkapnya di sini

2. Rebung

Bambu yang enak rebungnya adalah bambu ater (gigantochloa atter), bambu betung (dendrocalamus asper), bambu duri (bambusa blumeana) dan bambu hitam (gigantochloa atriviolacea). Dalam satu rumpun, secara konstan dipelihara hanya 5 batang bambu. Kalau satu batang ditebang, satu rebung harus dipelihara, agar menjadi individu tanaman baru. Selebihnya rebung dipanen. Tiap 36 hari, satu rumpun akan menghasilkan satu rebung. Dengan jarak tanam 4 x 6 m, populasi per hektar mencapai 400 rumpun. Dari tiap hektar kebun bambu ini, tiap harinya dapat dipanen 10 rebung.

Bambu kuning (bambusa vulgaris) ternyata berkhasiat obat untuk menyembuhkan penyakit lever atau hepatitis. Khasiat obatnya ada di rebungnya.

3. Penghijauan lingkungan

Tanaman bambu berpotensi menjadi solusi alternatif bagi sejumlah permasalahan lingkungan terutama dalam mengatasi pemanasan global. Cepatnya pertumbuhan bambu dibanding dengan pohon kayu, membuat bambu dapat diunggulkan untuk menyelamatkan deforestasi. Selain itu bambu juga merupakan penghasil oksigen paling besar dibanding pohon lainnya.


Bambu juga memiliki daya serap karbon yang cukup tinggi untuk mengatasi persoalan CO2 di udara, selain juga merupakan tanaman yang cukup baik untuk memperbaiki lahan kritis.

4. Penghasil energi alternatif dan penjernih air

Bambu juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan bakar alternatif atau biofuel yang ramah lingkungan.

Pohon bambu juga berfungsi sebagai penjernih air. Maka dari itu daerah bantaran sungai yang banyak pohon bambu, air sungai tersebut terlihat jernih.

5. Pencegah longsor

Tanaman bambu juga bisa dimanfaatkan untuk mencegah longsor. Sebab bambu akan membentuk rumpun, bukan merupakan tanaman tunggal seperti halnya Albisia. Akar bambu juga merupakan akar serabut yang tumbuh sangat rapat. Akar bambu yang mati karena tanamannya telah ditebang, akan tetap membentuk serabut, hingga tanah itu menjadi sangat gembur dan menyerap air dengan sangat cepat.

Dalam kondisi curah hujan sangat tinggi, tanah di sekitar rumpun bambu tidak akan jenuh air. Sebab air dari curah hujan yang sangat tinggi itu akan diresapkan dalam jangka waktu sangat cepat.

6. Bonsai

Bagi yang hobi tanaman hias, bambu juga bisa dibonsai untuk hiasan.

7. Pengobatan

Bambu telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan Ayurvedic dan obat-obatan herbal Cina. Tabasheer, bubuk dalam tabung bambu, digunakan secara internal untuk merawat asma, batuk dan dapat digunakan sebagai zat perangsang nafsu birahi. Di Cina, bahan dari akar bambu hitam membantu mengobati penyakit ginjal (bambu hitam ini susah ditemui di Indonesia).

Akar dan daunnya juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit kelamin dan kanker. Getahnya digunakan untuk mengurangi demam, dan abu/arangnya akan menyembuhkan biang keringat.

Cara Budidaya Bambu:

Cara yang paling sering digunakan orang indonesia dalam pembibitan adalah dengan menanam batang pohon bambu, adapun cara lain yaitu stek, kultur jaringan, dan cangkok.

Stek Bambu

Kultur Jaringan

Bibit bambu juga bisa diperoleh melalui sebuah perusahaan yang bernama Bamboo Nusa Verde (Cabang dari Belgia). Alamat di Jl. Mangunan, Tebonan, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Profilnya dapat dilihat melalui webnya di sini: http://www.bambunusaverde.com. Berikut screenshot website-nya:

Pemanenan Bambu:

Teknik Pengawetan Bambu:

1. Perendaman

Ilustrasi di atas adalah pengawetan bambu dengan cara direndam

2. Sistem Tabung

Cara pengawetan yang dikembangkan menggunakan tabung, dapat dioperasikan tanpa tenaga listrik, sehingga cocok untuk pedesaan. Bahan pengawet berupa larutan kimia dimasukkan dengan tekanan udara (Morisco, 1998). Proses pemasukan larutan pada bambu diameter 8 cm, panjang 6 m memakan waktu sekitar 20 menit.

Sumber: Kaskus.us

Artikel Terkait:

Tentang Sa'ad

Ingin menunjukkan bukti bahwa saya mencintai Allah dan Rasul-Nya, agar Allah dan Rasul-Nya mencintai saya ... Ingin menunjukkan bukti bahwa saya adalah anak yang berbakti kepada kedua orang tua, agar kedua orang tua saya merasa ridla kepada saya ...
Tulisan ini dipublikasikan di Sharing artikel. Tandai permalink.

3 Balasan ke Info Seputar Bambu

  1. asep soni bagja berkata:

    saya sangat tertarik dengan tanaman bambu ini,salah satu alasan saya yaitu untuk mengalihkan manusia akan ketergantungan terhadap kayu,kita sudah sama-sama tahu bahwa sabuk hijau yang kita banggakan itu kina tinggal kenangan saja anak cucu kita belum tentu dapat menikmati hutan-hutan virgin lagi,untuk itu saya hanya dapat menyerukan kepada orang-orang yang berkepentingan dan para pejabat-pejabat terkait jangan korban hutan kita ini dengan kebutuhan sesaat.
    maka saya sangat tertarik untuk mengembangkan bambu tapi sayang keterbatasan menghalangi keinginan.wasalam

  2. anton berkata:

    saya mempunya tanaman bambu kuning di halaman belakang saya. Sdh tertanam 2 minggu akan tetapi selama kurang lebih 2 minggu di tanam daun2nya kering kecoklatan dan lama2 tdk ada tumbuh daun yg hijau nya. seperti sdh mau mati. bentuk daun yg hijaunya pun nampak kusut / tdk segar. mohon tips sharenya bagaimana agar bambu kuning tersebut bisa tumbuh segar kembali. karena sangat sayang apabila di ganti oleh jenis tanaman lain disamping saya buang2 budget lagi ketukang tamana di satu sisi tanaman bambu sdh paling cocok di pekarangan belakang rumah saya. mohon tipsnya ya. terimakasih

    • Sa'ad berkata:

      Maaf, saya bukan ahli tanaman bambu.

      Mungkin bisa ditanyakan ke tukang taman, atau ditanyakan ke pengasuh situs Bambu Nusa Verde di atas.

      Terima kasih atas komentar nya ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s