Maut Tidak Pandang Usia

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun .. Telah berpulang ke rahmatullah saudara sekaligus kawan kita … bla bla bla … dalam sebuah kecelakaan di … bla bla bla ..

Begitu kagetnya saya ketika tadi siang menerima sms duka cita tersebut. Seorang kawan dekat saya –bahkan dapat dikatakan sebagai saudara saya– sewaktu saya masih kuliah di Malang dikabarkan meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan di kota asalnya.

Agak lama saya tercenung, mengenang kembali masa-masa ketika saya masih menempuh bangku kuliah dulu. Saya sering lari pagi bersama dia, pergi ta’lim bersama-sama, dan saling mengunjungi kos-kosan masing-masing.

Sejak saya lulus kuliah dan bekerja, belum pernah sekalipun kami bertemu kembali, kecuali via FB (dulu) atau sms dan telepon. Terakhir kali chatting via FB, saya pernah menjanjikan padanya untuk menemuinya jika saya memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Malang lagi. Qodarullah, maut memisahkan kami sebelum niat itu terealisasi.

Saya menjadi termenung, jika dia yang usianya sebaya dengan saya (dan kebetulan belum menikah) sudah mendapat panggilan dari Allah untuk kembali ke hadirat-Nya, maka kapankah giliran saya mendapatkan panggilan tersebut ?

Apakah yang sudah saya persiapkan untuk kembali ke hadirat Allah ??

Allaahumma innii as-aluka ladz-dzatan nadhari ilaa wajhika.. Wa as-aluka asy-syauqa ilaa liqaaika.. Fii ghairi dharraa-in mudhirratin, wa laa fitnatin mudlillatin..

Ya Allah, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang shaleh. Dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan ..

Selamat jalan saudaraku, semoga Allah Ta’ala merahmatimu, mengampuni segala dosa dan kesalahanmu, serta menerima segala amal ibadahmu …

Tentang Sa'ad

Ingin menunjukkan bukti bahwa saya mencintai Allah dan Rasul-Nya, agar Allah dan Rasul-Nya mencintai saya ... Ingin menunjukkan bukti bahwa saya adalah anak yang berbakti kepada kedua orang tua, agar kedua orang tua saya merasa ridla kepada saya ...
Pos ini dipublikasikan di Umum. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s