Ringtone Ayat Al Qur’an Lagi

Menyambung post terdahulu tentang Balada Ringtone Adzan, tadi sore terjadi lagi ada seorang rekan kantor yang ringtone (nada panggilan masuk) di HP nya menggunakan ayat Al Qur’an.  Sewaktu kami dalam perjalanan kembali ke kantor sesudah ada keperluan di luar, HP rekan tersebut berbunyi dengan ayat kursi (QS. Al Baqarah [2]: 255). Dan sebagaimana sudah saya prediksi, bacaan Al Qur’an nya di-“cekik” paksa di tengah-tengah ayat.

Saya spontan menegur,”Sudah pernah HP nya berbunyi waktu sedang di toilet ?”

Rekan tersebut menjawab,”Kalau bunyi di toilet, semua setan-setan nya kabur lah …”

Saya menanggapi,”Tapi hal tersebut (membunyikan ayat Al Qur’an di kamar mandi/tempat buang air) termasuk bentuk penghinaan (peremehan) terhadap Al Qur’an.”

Rekan saya menimpali lagi,”Allah tahu maksud hamba-hamba Nya (yakni Allah mengetahui niat dari orang tsb. ketika menggunakan ayat Al Qur’an sebagai ringtone).”

Sampai di sini saya tidak menanggapi, karena ternyata jurus “YANG PENTING NIAT SAYA BAIK” kembali menjadi senjata andalan. Kalau sudah begini, bahkan orang Islam yang melakukan pengeboman dan pengrusakan tempat-tempat maksiat pun akan berdalih yang sama – Allah mengetahui maksud hamba Nya -.

Kacau ….

Coba disimak tiga perbandingan berikut:

PEMAKAI RINGTONE AL QUR’AN

Maksud : sebagai dzikir atau alat pengingat Allah di saat lupa

Kalau diingatkan : jika berbunyi di toilet, bukankah itu termasuk bentuk peremehan terhadap ayat Allah ?

Jawaban : Allah mengetahui maksud hamba Nya; yakni hal tersebut tidak disengaja karena kita tidak ada niatan untuk memutar ringtone tersebut ketika di dalam mandi, namun ada orang luar yang menelepon (menghubungi) kita

Maka kita katakan : Saudaraku, dengan anda memasang Al Qur’an sebagai ringtone, itu sudah menunjukkan kesengajaan (niat) anda untuk memainkan (memutar) ayat Al Qur’an di mana saja; bahkan di WC sekali pun ketika sedang BAB. Karena kita tidak akan bisa memprediksi di mana tempat ketika kita dihubungi seseorang. Niat untuk dzikrullah (mengingat Allah) dalam implementasi amalannya haruslah sesuai dengan adab (tata cara) yang dituntunkan oleh agama

PENGEBOM BUNUH DIRI

Maksud : memberangus tempat maksiat sekaligus membunuh kaum kafir yang memusuhi kaum muslimin di negara mereka

Kalau diingatkan : ajaran agama kita tidak membenarkan cara jihad seperti itu; karena tidak semua yang terkena dampak bom itu (ikut tewas) adalah orang kafir, bahkan ada di antara mereka yang juga orang muslim !!!

Jawaban : Allah mengetahui maksud hamba Nya; yakni saya tidak ada niat (tidak disengaja) untuk ikut membunuh saudara muslim, namun itu adalah konsekuensi yang tidak bisa dihindari karena kondisi mereka yang bercampur baur dengan orang kafir

Maka kita katakan : Saudaraku, tetap saja tindakan itu tidak dapat dibenarkan karena jihad itu mempunyai adab (tata cara) sebagaimana berbagai bentuk ibadah lainnya di dalam Islam. Antara lain tidak ikut membunuhi kaum muslimin, bahkan wanita dan anak-anak orang kafir sekali pun !!! Kondisi anda yang tetap nekat mengebom di tengah-tengah bercampur baurnya orang muslim dan orang kafir itu sudah menunjukkan kesengajaan anda untuk membunuh saudara anda yang muslim

PENGGEREBEK TEMPAT MAKSIAT

Maksud : amar ma’ruf nahi munkar

Kalau diingatkan : bukankah salah satu syarat nahi munkar adalah tidak menimbulkan kemunkaran yang lebih besar (d.h.i. kesan anarki dan bertindak semaunya sendiri)

Jawaban : Allah mengetahui maksud hamba Nya; kita sebenarnya tidak ada niat (sengaja) untuk anarki, namun sudah berkali-kali dilaporkan kepada penguasa/pemerintah tidak ada respon

Maka kita katakan : Saudaraku, tetap saja hal tersebut tidak dibenarkan; karena sekali lagi amar ma’ruf nahi munkar tetaplah harus sesuai dengan adab (tata cara) yang dituntunkan agama, yaitu

“Barang siapa di antaramu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah dia rubah dengan tangan (kuasa) nya; jika tidak mampu maka dengan lisan (ucapan) nya; jika tidak mampu maka dengan hati (pengingkaran) nya, dan itulah selemah-lemahnya iman.”

Kekuasaan menindak (termasuk mengadili) adalah wewenang mutlak pemerintah yang sah. Dengan berbuat pengrusakan demikian secara tidak langsung anda sudah menunjukkan niat untuk membangkang kepada penguasa (yakni bertindak/eksekusi/main hakim sendiri).

Setiap kita mempunyai kewajiban sendiri-sendiri; pemerintah punya kewajiban (d.h.i. menindak pelaku maksiat), kita juga punya kewajiban (d.h.i. melaporkan tindak kemaksiatan). Dan akibat tidak menjalankan kewajiban itu juga akan kita tanggung sendiri-sendiri.

—–

Bagaimana ?? Bisa dipahami persamaannya ?

Dengan berbunyinya ringtone ayat Al Qur’an atau syi’ar Islam lain di tempat najis (WC dan semisalnya), minimal ada dua hal yang kita langgar:

  1. Menghinakan (meskipun tidak disengaja) ayat-ayat Allah; karena para ‘ulama’ sudah bersepakat terlarangnya melafadzkan dzikrullah di tempat najis (kecuali dalam kondisi tertentu menurut sebagian ‘ulama’, seperti membaca bismillah jika berwudhu’ di kamar mandi –bagi yang mewajibkan membaca bismillah sebelum wudhu’-)
  2. Memutus lafadz ayat secara “paksa” (Bayangkan jika lafadz Laa ilaaha illallaahTidak ada Tuhan selain Allah– dicekik pada lafadz Laa ilaahaTidak ada Tuhan … (Atheis …??)– )

Jika anda berniat ingin dzikrullah melalui pembacaan ayat-ayat Al Qur’an, bukankah kita dapat mendengarkannya dengan lebih lengkap dan khidmat melalui HP kita ketika sedang tidak ada kerjaan di kantor (terutama di kantor pemerintah daerah) atau ketika sedang istirahat ??

Apa pula yang bisa kita ingat (dzikir) jika bunyi satu ayat (bahkan satu kata dari ayat) saja terkadang tidak lengkap karena di-cekik / dihentikan paksa ??

Silahkan direnungkan dengan cerdas …

P.S.: Jika masih ngotot, saya mohon matikan HP anda ketika anda masuk kamar mandi/toilet atau sedang sholat

Tentang Sa'ad

Ingin menunjukkan bukti bahwa saya mencintai Allah dan Rasul-Nya, agar Allah dan Rasul-Nya mencintai saya ... Ingin menunjukkan bukti bahwa saya adalah anak yang berbakti kepada kedua orang tua, agar kedua orang tua saya merasa ridla kepada saya ...
Pos ini dipublikasikan di Kerjaan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s