Lebaran di Berastagi

Lebaran tahun ini pertama kalinya tidak mudik ke kampung halaman. Jadi setelah shalat ‘Ied, saya memutuskan jalan-jalan bersama istri dan anak ke Berastagi.

Kami naik angkutan umum Sumatera Transport (ada juga pilihan lain seperti Murni Express dan Sinabung). Tarif per orang sampai dengan Berastagi adalah Rp 10.000,-. Waktu tempuh normal dari Medan sampai Berastagi (daerah Tugu) adalah 1,5 jam. Tapi berhubung hari pertama lebaran, jalan yang biasanya relatif lancar menjadi macet di beberapa titik. Kami yang berangkat dari Medan sekitar pukul 10.15 akhirnya sampai di Berastagi pukul 13.35. Dari Berastagi (daerah Tugu), kami singgah di masjid dekat pasar buah (Masjid Istihrar) untuk sholat Dhuhur.

Kemudian kami naik ke Bukit Gundaling dari dekat Masjid Istihrar dengan angkutan kota warna putih hijau (atas putih, bawah hijau). Tarif sampai puncak Bukit Gundaling per orang adalah Rp 3.000,-.

Selanjutnya setelah makan siang, kami jalan-jalan di area puncak Bukit Gundaling sambil melihat panorama. Udara cukup dingin walau waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB. Kami menyempatkan juga naik sado (delman) berkeliling bukit Gundaling dengan tarif sekali putaran Rp 30.000,-. Menurut saya tarif tersebut cukup mahal, mengingat waktu putaran hanya sekitar lima menit.

Setelah sholat Ashar di musholla Bukit Gundaling, kami turun kembali ke daerah Tugu, Berastagi. Kali ini tarif turun dengan menggunakan angkot yang sama dari puncak Bukit Gundaling (warna putih hijau) sampai jalan besar Kabanjahe-Medan adalah Rp 4.000,- per orang.

Dari Berastagi, kami menuju ke Penatapan untuk melihat panorama dan mengisi perut. Kami kembali naik angkutan Sumatera Transport (alternatif lain Murni Express, Sinabung, Dairi Transport, PAS Transport, dll. yang semuanya menuju Medan). Tarif per orang sampai Penatapan adalah Rp 6.000,- dengan waktu tempuh normal sekitar setengah jam. Tapi lagi-lagi karena macet di beberapa titik, waktu tempuh Berastagi – Penatapan menjadi hampir satu jam.

Terlampir foto-foto oleh-oleh jalan-jalan kami:

IMG_20140728_152928644_HDR

Tugu di Puncak Gundaling

Panorama dari Berastagi. Gunung yang berada paling kiri adalah Gunung Sibayak yang terkenal dengan pemandian air panas dan PLTPB

Panorama Berastagi dari Bukit Gundaling. Gunung yang berada paling kiri adalah Gunung Sibayak yang terkenal dengan pemandian air panas dan PLTPB

Panorama Gunung Sinabung, dilihat dari Puncak Bukit Gundaling

Panorama Gunung Sinabung, dilihat dari Puncak Bukit Gundaling

Panorama Medan dari Penatapan

Panorama Medan dari Penatapan

Tentang Sa'ad

Ingin menunjukkan bukti bahwa saya mencintai Allah dan Rasul-Nya, agar Allah dan Rasul-Nya mencintai saya ... Ingin menunjukkan bukti bahwa saya adalah anak yang berbakti kepada kedua orang tua, agar kedua orang tua saya merasa ridla kepada saya ...
Gambar | Pos ini dipublikasikan di Foto. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Lebaran di Berastagi

  1. aril berkata:

    memang asik k sana lo seru x

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s