Hiburan dan Motivasi Bulan Dzulhijjah

Alhamdulillah, setelah sempat bimbang, Allah memudahkan bagi saya untuk melaksanakan ibadah qurban lagi tahun ini (meskipun ukuran kambing nya lebih kecil).

Alhamdulillah, untuk pertama kalinya, akhirnya bisa melaksanakan sunnah menyembelih hewan qurban sendiri, tanpa diwakilkan kepada orang lain. Efeknya mak nyus … bebas dari berbagai ritual dan aturan yang – terkadang – dibuat-buat.

Untuk yang masih biasa mewakilkan penyembelihan hewan qurbannya ke orang lain, saya sarankan untuk mencoba menyembelih sendiri sekali waktu. Sungguh ternyata sangat sederhana dan singkat (sekitar 3-4 detik saja), hanya mempersiapkan mental. Yang terpenting, pisau untuk menyembelihnya harus benar-benar tajam, sehingga bisa memutus urat-urat dengan cepat ..

Bagi yang belum bisa melaksanakan amalan-amalan yang khusus pada Bulan Dzulhijjah, berikut hiburan dan motivasi dari Ibnu Rojab:

۞ قال ابن رجب رحمه الله تعالى:

●● من لم يستطع الوقوف بعرفة.
فليقف عند حدود الله الذي عرفه.

●● ومن لم يستطع المبيت بمزدلفة.
فليبت على طاعة الله ليقربه ويزلفه.

●● ومن لم يقدر على ذبح هديه بمنى.
فليذبح هواه ليبلغ به الُمنى.

●● ومن لم يستطع الوصول للبيت لأنه بعيد.
فليقصد رب البيت فإنه أقرب إليه من حبل الوريد.

[ لطائف المعارف ص 633 ]

 : Ibnu Rojab rahimahullah berkata

» Barangsiapa belum bisa WUKUF di Arofah, maka hendaklah ia WUKUF (berhenti) pada batas-batas Allah yang telah ia ketahui (*).
» Barangsiapa belum bisa MABIT (bermalam) di Muzdalifah, maka hendaklah ia MABIT (bermalam) dengan melakukan ketaatan kepada Allah agar dekat dengan-Nya.
» Barangsiapa belum bisa menyembelih hadyi (hewan sembelihan) di MINA, maka hendaklah ia menyembelih hawa nafsunya agar ia sampai kepada MUNA (cita-cita dan harapannya).
» Barangsiapa belum bisa sampai ke AL-BAIT (Ka’bah/Masjidil Harom), maka hendaklah ia bersegera menuju ROBB AL-BAIT (Tuhan Pemilik Ka’bah, Allah), karena sesungguhnya DIA lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

(Sumber: Lathoo’ifu Al-Ma’aarif, karya Ibnu Rojab, hal.633)

(*) Yang dimaksud berhenti pada batas-batas Allah ialah berupaya melaksanakan perintah-perintah Allah dan tanpa melalaikannya. Serta menjauhi larangan-larangan Allah dan tidak melanggarnya. [SUMBER]

Tentang Sa'ad

Ingin menunjukkan bukti bahwa saya mencintai Allah dan Rasul-Nya, agar Allah dan Rasul-Nya mencintai saya ... Ingin menunjukkan bukti bahwa saya adalah anak yang berbakti kepada kedua orang tua, agar kedua orang tua saya merasa ridla kepada saya ...
Pos ini dipublikasikan di Sharing artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s