[LOGIKA] Bantahan Terhadap Atheis

Transkrip bebas dari video yang saya tonton di Facebook pagi ini:

Seorang tukang pangkas rambut (yang terkena syubhat atheis) berkata (PR): Tuhan itu tidak ada, bro ..

Pelanggan (PL): Mengapa begitu ?

PR: Jika Tuhan memang ada, niscaya tidak ada penderitaan, kemiskinan, dan kesedihan di dunia. Semua orang hidup bahagia.

PL: (manggut-manggut sambil membiarkan rambutnya dipangkas)

Setelah si pelanggan selesai memangkas rambut, dia segera membayar ongkos pangkasnya dan keluar dari kios tukang pangkas rambut. Di luar kios, dia berjumpa dengan mahasiswa gondrong yang sedang menunggu angkutan.

Setelah mengamati si mahasiswa, si pelanggan termenung dan kemudian mengajak si mahasiswa masuk ke kios si tukang pangkas rambut. Kemudian si pelanggan berkata kepada si tukang pangkas rambut.

PL: Aku juga baru sadar kalau di dunia ini juga tidak ada tukang pangkas rambut, bro …

PR: Kamu sehat, bro ?? Bukankah barusan rambutmu tadi kupangkas di sini. Lha kamu kira pekerjaanku ini apa? Itu di depan kiosku juga ada papan reklame tukang pangkas.

PL: (menggamit mahasiswa gondrong) Lha ini buktinya, ada orang di luar sana yang rambutnya gondrong tidak terpangkas

PR: (geleng-geleng kepala) Bro, hal tersebut tidak membuktikan kalau tukang pangkas rambut itu tidak ada. Itu salah orang itu sendiri, mengapa dia tidak mau datang ke sini untuk minta dipangkas rambutnya.

PL: (tersenyum) Begitu juga jawaban atas pernyataan mu tadi tentang ketiadaan Tuhan, bro. Adanya penderitaan, kemiskinan, dan kesedihan yang dialami manusia tidak membuktikan jika Tuhan itu tidak ada. Kesalahan manusia sendiri lah yang tidak mau mendatangi Tuhan untuk berdo’a dan memohon kepada-Nya, sehingga dirinya mengalami berbagai penderitaan, kemiskinan, dan kesedihan di dunia.

PR & Mahasiswa: (Diam termangu..)

SELESAI

Iklan

Tentang Sa'ad

Ingin menunjukkan bukti bahwa saya mencintai Allah dan Rasul-Nya, agar Allah dan Rasul-Nya mencintai saya ... Ingin menunjukkan bukti bahwa saya adalah anak yang berbakti kepada kedua orang tua, agar kedua orang tua saya merasa ridla kepada saya ...
Pos ini dipublikasikan di Sharing artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s